A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/xrayind/public_html/systems/core/Exceptions.php:185)

Filename: libraries/Session.php

Line Number: 672

Sabu dibungkus sajadah hendak diselundupkan dari Makassar ke Papua

sabu-dibungkus-sajadah-hendak-diselundupkan-dari-makassar-ke-papua.jpg

Sabu dibungkus sajadah hendak diselundupkan dari Makassar ke Papua

Penyelundupan narkoba dengan berbagai modus untuk mengelabui petugas kembali digagalkan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Kali ini, paket narkoba jenis sabu dibungkus sajadah hendak dikirim ke Kabupaten Merauke, Papua, terendus alat X-Ray , Minggu (11/6) sekira pukul 20.56 WITA.

 

Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Maros, AKP Norman Haryanto menjelaskan kronologis tertangkapnya penyelundupan sabu tersebut. Menurut dia, pengungkapan kasus itu berawal saat petugas memeriksa paket seberat kurang lebih 1 kilogram yang akan terbang dengan menggunakan pesawat Lion Air tujuan Merauke yang dikirim oleh expedisi PT Suryagita Narayana (SN) lewat mesin X-Ray .

 

Saat pemerintahan itu tertera identitas pengirim Asrianto beralamat Jalan Minasaupa lengkap dengan nomor ponselnya hendak dikirim ke Nurmaidah beralamat Jalan Irian Seringguk Nomor 15 Merauke, juga lengkap dengan nomor ponselnya. Dalam lembar PTI atau Pemberitahuan Tentang Isi mencatat jika paket itu berisi pakaian dan buku.

 

"Dari hasil monitor X-Ray , penampakan paket itu mencurigakan. Paket itu kemudian dibuka untuk diperiksa secara manual setelah memanggil pihak PT Suryagita Narayana untuk membukanya. Dan ditemukanlah di dalam paket itu 4 saset butiran kristal yang diduga kuat sabu yang dibungkus sajadah dan kertas karbon dalam dus paket itu," kata AKP Norman Haryanto yang dikonfirmasi, Senin, (12/6).

 

Selanjutnya, pada Senin (12/6) pukul 01.05 WITA, juga ditemukan obat daftar G jenis Tramadol, Trihexyphenidyl (THD) dan Merlopam yang sedianya diperoleh dengan resep dokter. Obat larangan ini ditemukan di ruang air kargo terminal supervisor Regulated Agent (RA) kargo bandara internasional Sultan Hasanuddin. Oleh pengirimnya, obat daftar G ini akan dikirim ke Jakarta

 

PT. JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) yang memasukkan ke kargo dengan Pemberitan Tentang Isi (PTI) kalau paket yang akan dikirim ke Jakarta itu berisi dokumen. Nama pengirimnya, Therian 166 Shop dan nama penerimanya Dunzky beralamat di Bandung. Lagi-lagi karena mencurigakan saat tiba di alat X-Ray , paket itu kemudian juga dibongkar melibatkan petugas dari PT. JNE.

 

"Setelah paket itu dibongkar, ditemukankan obat daftar G sebanyak 50 saset jenis Tramadol di paket pertama kemudian paket kedua ditemukan obat daftar G jenis Trihexyphenidyl (THD) sebanyak 100 saset," kata AKP Norman Haryanto seraya menambahkan, dua kasus dalam semalam ini sementara masih didalami.