271a262a-5be2-4def-9300-68f190700679_169.jpg

Petugas Gagalkan Penyelundupan Reptil

Tangerang - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan 253 reptil yang akan dibawa ke luar negeri. Delapan ekor diantaranya merupakan ular dan kadal yang dilindungi.

 

"Hewan yang dalam kategori dilindungi itu ular chondrophyton 3 ekor, kadal borneo 4 ekor, kura-kura moncong babi 1 ekor," kata Kepala Bidang Karantina Hewan BBKP Soekarno-Hatta, Tri Wahyuni, Jumat (19/5/2017).

 

Selain hewan yang dilindungi itu, reptil lain yang juga diselundupkan yakni blood phyton 33 ekor, ular coklat kecil 19 ekor dan ular kaki empat 10 ekor.

 

Tak hanya ular, ada juga kadal panana sebanyak 42 ekor dan kadal duri mata merah 65 ekor juga diselundupkan. Sisanya biawak sedang sebanyak 42 ekor, biawak kecil 27 ekor, soa payung 1 ekor, dan kura-kura bergerigi 6 ekor.

 

Ditemui di tempat yang sama, Kepala pengawas dan penindakan BBKP Soekarno-Hatta menduga hewan itu diselundupkan untuk dijual dan ada juga yang dipelihara. Terkait nilai jualnya, BBKP tak bisa memastikan.

 

"Nilai jual kurang tahu. Karena karena karantina memandang dari kesehatan,yaity mencegah masuk, keluarnya dan tersebarnya hama penyakit untuk kelestarian sumber daya alam," kata Kabid Pengawasan dan Penindakan BBKP Soekarno-Hatta, Ridwan Alaydrus.

 

Sebelumnya, ratusan reptil itu diselundupkan oleh seorang penumpang berkewarganegaraan Jepang. Dia transit di Bandara Soekarno-Hatta dari Medan menuju Jepang.

 

Penyelundupan itu diketahui saat 2 buah koper bawaannya melewati pemeriksaan x-ray  bandara. Setelah diperiksa koper tersebut berisi 253 ekor reptil.