A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/xrayind/public_html/systems/core/Exceptions.php:185)

Filename: libraries/Session.php

Line Number: 672

Mudik melalui terminal 3

20170502antarafoto-terminal-3-internasional-beroperasi-010517-bal-2.jpg

Mudik melalui terminal 3

Jakarta - Pemudik yang akan menggunakan transportasi udara Garuda Indonesia ke berbagai penjuru daerah pada Lebaran tahun ini tidak lagi dari Terminal 2 tapi akan diberangkatkan dari Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta.

 

Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sejak 9 Agustus 2016 hingga 30 April 2017 sudah dipergunakan hanya untuk penerbangan domestik Garuda Indonesia dan mulai 1 Mei 2017 melayani keberangkatan dan kedatangan penerbangan internasional sekalipun untuk saat ini hanya diperuntukkan maskapai pelat merah Garuda Indonesia.

 

Nantinya mulai Agustus 2017 semua maskapai penerbangan asing yang akan berangkat maupun tiba di bandara terbesar dan termegah di Indonesia tersebut direncanakan akan pindah dari Terminal 2 ke Terminal 3.

 

Sebelumnya, semua maskapai penerbangan dalam negeri maupun asing untuk keberangkatan dan kedatangan ke luar negeri menggunakan Terminal 2, yang mulai awal Agustus 2017 berpindah menjadi untuk keberangkatan dan kedatangan penerbangan domestik.

 

Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta memang sangat megah dan canggih yang memang sengaja dibangun pemerintah sebagai pintu gerbang masuknya wisatawan asing berkunjung ke Indonesia.

 

Rute Jakarta-Singapura menjadi rute perdana yang diterbangkan oleh Garuda Indonesia (GA 824) pada penerbangan internasional di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta 1 Mei 2017 pukul 06.10 WIB.

 

Penerbangan tersebut sekaligus menandakan perpindahan seluruh penerbangan internasional Garuda Indonesia ke Terminal 3 dari sebelumnya di Terminal 2, mulai 1 Mei 2017.

 

Saat ini Garuda Indonesia mengoperasikan sedikitnya 17 penerbangan internasional langsung dari Bandara Soekarno-Hatta ke sejumlah negara di Asia, Australia, dan Eropa.

 

Area keberangkatan Terminal 3 lnternasional dapat dijangkau oleh penumpang pesawat melalui pintu atau Gate 1 dan Gate 2 untuk kemudian memproses keberangkatan di konter check-in A dan B.

 

Dengan dibukanya Terminal 3 untuk internasional itu dengan fasilitas modern yang ada di dalamnya dapat membuat Bandara Soekarno-Hatta semakin membantu pertumbuhan perekonomian dan perkembangan industri pariwisata Indonesia.

 

Namun, pada 1 Mei 2017 bangunan yang akan dioperasikan untuk penerbangan internasional tersebut baru sebatas gedung utama saja atau bagian tengah bangunan, sementara untuk Pier 1 belum dioperasikan.

 

Karena itu pintu yang dibuka untuk proses naik pesawat baru sebanyak enam pintu yakni Gate 5, 6, 7, 8, 9, dan 10.

 

Terminal 3 internasional dilengkapi dengan sejumlah fasilitas digital, seperti layar informasi penerbangan (flight information display system) dengan teknologi termodern, serta didukung aplikasi di ponsel pintar yang dapat mempermudah penumpang pesawat atau pengunjung bandara mencari lokasi parkir, memesan tempat parkir inap, melakukan reservasi taksi, melihat jadwal penerbangan, dan lain sebagainya.

 

Guna mendukung kelancaran operasional, Terminal 3 juga dilengkapi dengan 64 konter imigrasi, masing-masing 32 konter imigrasi di keberangkatan dan kedatangan.

 

Selain itu juga terdapat 30 pintu otomatis (autogate) imigrasi, di mana masing-masing 15 autogate imigrasi di keberangkatan dan kedatangan.

 

Pada pemeriksaan keamanan (security check point) sebelum memasuki area imigrasi terdapat 12 unit sinar-x (x-ray)  dan dua unit pemindai tubuh (body scanner) guna mendukung terwujudnya keamanan serta keselamatan saat di terminal maupun pesawat.

 

Sejumlah tenan makanan dan minuman serta lainnya juga sudah membuka gerainya untuk melayani kebutuhan para penumpang pesawat rute internasional ini dan pengunjung terminal.

 

Sementara itu di sisi udara, Terminal 3 lnternasional menyediakan 17 tempat parkir (parkir stand) untuk pesawat di mana juga dapat mengakomodir hingga tiga pesawat berbadan lebar Airbus A380.

 

Terminal 3 memiliki daya jual yang bisa meningkatkan layanan Garuda, yaitu lounge eksekutif yang bisa memuat 400 kursi.

 

"Executive lounge" di Terminal 2 sangat terbatas, sementara di Terminal 3 sudah tersedia kursi dua kali lipat dari di Terminal 2.

 

Selain itu untuk pelayanan penerbangan lanjutan (connecting flight) juga akan lebih efektif karena sudah di gedung terminal yang sama yang sebelumnya di Terminal 2E.

 

 

 

Pengecekan

 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan pengecekan operasional penerbangan internasional di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menilai semua berjalan lancar sesuai harapan pemerintah.

 

Pengecekan dilakukan terhadap pelayanan dengan mengikuti prosedur alur kedatangan sebagai penumpang mulai pengecekan imigrasi sampai dengan pengecekan barang pada bea cukai.

 

Dia mengatakan melalui proses pengoperasian yang baik pada Terminal 3 rute domestik dan internasional dapat meningkatkan beberapa hal diantaranya, tingkat pelayanan, tingkat keamanan dan tingkat.

 

Dengan adanya proses yang baik ini maka penerbangan nasional dapat mewujudkan Nawacita yang berkewajiban untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dari bangsa ini.

 

Pengawasan secara ketat operasional Bandara Soekarno-Hatta dinilai sangat penting mengingat Jakarta merupakan suatu titik penting bagi konektivitas internasional.

 

Untuk itu pengelola bandara, maskapai serta navigasi agar dapat meningkatkan pergerakan serta mengefisienkan pergerakan internasional.

 

Setelah beroperasinya penerbangan rute internasional Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta pada awal Mei 2017, PT Angkasa Pura II juga akan memindahkan penerbangan maskapai aliansi "Sky Team" dari Terminal 2 ke Terminal 3 pada bulan Juni dan sisanya sekitar 25 maskapai lainnya akan dipindah paling lambat pada awal Agustus.

 

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 5,74 juta kursi pesawat untuk masa Angkutan Lebaran 2017.

 

Dalam 27 hari masa Angkutan Lebaran 2017 pemerintah melalui maskapai penerbangan menyiapkan 532 pesawat yang separuhnya sudah dilakukan pemeriksaan (ramp check).

 

Kenaikan penumpang pesawat dalam masa Angkutan Lebaran 2017 diperkirakan rata-rata sembilan persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rincian penumpang domestik 10 persen dan penumpang internasional delapan persen.

 

COPYRIGHT © ANTARA 2017