Perlunya_Detektor_Narkoba_Pada_Bandara_Baru.jpg

Perlunya Detektor Narkoba Pada Bandara Baru


Selain pengamanan gerbang masuk yang harus lebih ketat, titik pengecekan di terminal keberangkatan juga masih harus dibenahi. Satu di antaranya adalah keberadaan detektor narkoba, terutama bagi penerbangan internasional.
 
Faizal A, pengusaha yang sudah beberapa kali melakukan perjalanan ke luar negeri melalui Ahmad Yani, mengatakan, pintu masuk terminal keberangkatan sebuah bandara internasional seharusnya dilengkapi detektor narkoba.
 
"Kalau sekedar penggeledahan fisik masih ada kemungkinan lolos, karena bisa saja penumpang menelan narkotika dan menyimpannya di dalam perut. Sementara jika ada detektor pasti akan ketahuan," katanya, kepada Tribun Jateng, Selasa (7/2).
 
Angkasa Pura (AP) I sejauh ini sudah menyediakan mesin pemindai atau x-ray  yang berada di terminal keberangkatan, demikian halnya di terminal kedatangan. Mesin x-ray itu telah diperbarui sejak akhir tahun lalu.
Kepala Seksi Penyaringan pada Sekuritas Bandara, Sujadi menuturkan, x-ray yang digunakan saat ini dilengkapi dengan teknologi baru, sehingga pemindaian barang-barang bawaan penumpang bisa lebih akurat.
 
Tiga titik yang dipasangi x-ray  baru adalah Screening Check Point (SCP) 1 dan 2, serta di terminal keberangkatan internasional. Di SCP 1, mesin x-ray berukuran besar dipakai khusus untuk memindai koper besar yang akan masuk di bagasi.
 
Menurut Kepala Bagian Komunikasi dan legal AP I, Dian Permata Sari, pihaknya belum bisa memastikan mengenai penambahan alat pemindai selain x-ray terkait dengan pengembangan bandara baru.
 
"Kalau detektor narkoba belum pernah kami bahas, kami masih fokus pada keselamatan dan keamanan penerbangan," jelasnya.