A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/xrayind/public_html/systems/core/Exceptions.php:185)

Filename: libraries/Session.php

Line Number: 672

Terbaca di X-Ray Bandara, Gading Gajah Diamankan

terbaca-di-x-ray-bandara-gading-gajah-diamankan1.jpg

Terbaca di X-Ray Bandara, Gading Gajah Diamankan

TARAKAN – Rencana pria berinisial DM membawa gading gajah ke kampung halamannya di Sumba Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) gagal total. Pasalnya, aksinya itu dianggap penyelundupan sehingga harus diamankan oleh aparat Polres Tarakan, Senin lalu (10/7).

 

Dari informasi yang didapatkan Kaltara Pos, gading gajah itu dibawa DM dari Tawau, Malaysia. Namun, tindakannya itu tercium petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Juwata Tarakan. Saat akan terbang ke Sumba Barat melalui Bandara Juwata Tarakan, dia harus berhenti di pintu x-ray  . Saat diperiksa, gading itu terbaca di layar dan system x-ray  sehingga harus diamankan. Akibat perbuatannya itu, dia harus berurusan dengan polisi dan terancam dipenjara.

 

“Dia ingin membawa gading gajah ini pulang kampung dengan menaiki pesawat, namun duluan ketahuan sama petugas bandara. Saat diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, DM tercatat sebagai penumpang salah satu maskapai penerbangan tujuan Bali dan Sumba Barat,” ujar Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Paur Subbag Humas, Ipda Deni Mardiyanto.

 

Usai diamankan oleh petugas, pihak kepolisian yang dihubungi petugas Bandara Juwata langsung menuju ke bandara. Dari pengakuan DM kepada polisi, gading gajah tersebut ia temukan tertancap di sebuah pohon saat dia sedang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Tawau, Malaysia.

 

“Tentu dari keterangannya yang agak aneh masih terus kita dalami. Kalau melihat kondisi gading gajahnya memang tidak utuh lagi, tetapi sudah dalam kondisi patah di bagian ujungnya,” jelasnya.

 

 

Ditambahkan Deni, pelaku juga mengaku berhasil membawa gading gajah tersebut melalui jalur tikus dari pelabuhan Sungai Nyamuk.  “Dari keterangan pelaku masih kita dalami dan kembangkan, untuk saat ini pelaku tetap kita proses karena pada umumnya membawa gading gajah itu dilarang. Pelaku akan kita kenakan pasal 40 ayat 2 junto pasal 21 ayat 2 UU RI No 5 Tahun 1999 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dengan ancaman diatas 4 tahun penjara,” tutup Deni. (zar)