A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/xrayind/public_html/systems/core/Exceptions.php:185)

Filename: libraries/Session.php

Line Number: 672

Diselundupkan dari Papua, Ratusan Reptil Dimasukkan Stoples

Diselundupkan dari Papua, Ratusan Reptil Dimasukkan Stoples

Jakarta - Seorang mahasiswa bernama Irwan Kurnia (27) ditetapkan sebagai tersangka karena membawa 279 ekor reptil dari Papua. Mirisnya, ratusan reptil itu dimasukkan ke dalam stoples dan botol air mineral bekas guna menghindari pemeriksaan aparat.

 

"Pada Jumat (16/6) sekitar pukul 22.30 WIB, ada penumpang turun dari KM Bodonsolo. Saat dilakukan pemeriksaan X-ray , tampak seperti hewan berupa ular," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Roberthus Yohanes De Deo di kantornya, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakut, Selasa (20/6/2017).

 

Kemudian, setelah dilakukan pemeriksaan fisik, di dalam kardus dan tas tersebut ternyata terdapat satwa jenis ular, kadal, dan biawak dari Papua. Reptil tersebut tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dalam kondisi hidup.

 

Satwa-satwa tersebut, setelah dimasukkan ke dalam stoples dan botol bekas, dibungkus menggunakan plastik warna putih. Lalu ratusan reptil itu dikemas dalam kardus cokelat. Diduga satwa ini akan diperjualbelikan di komunitas-komunitas pencinta reptil.

 

"Menurut pemeriksaan demikian. Belum bisa dipastikan apakah akan dijual di online atau tidak. Tapi kemungkinan satwa ini akan diberdayakan karena mereka punya komunitas," ujar dia.

 

Di antara 279 ekor reptil tersebut, ada beberapa yang dinyatakan sebagai satwa dilindungi, seperti kadal Panama Sulawesi sebanyak 9 ekor dan ular condro piton sebanyak 20 ekor. Irwan disangkakan Pasal 40 ayat 2 juncto Pasal 21 ayat 2 huruf a, b, c UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Eksistensinya. Dia terancam hukuman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

 

Selang dua hari setelahnya, petugas mengamankan seorang pria yang membawa 49 ekor ular. Ular ini juga dibawa dari belahan timur Indonesia oleh seorang pria berinisial JS (30) asal Bandung menggunakan stoples plastik berwarna bening.

 

"Pada Minggu (18/6) sekitar pukul 11.30 WIB, kami mengamankan seorang ada yang datang dengan kapal Ciremay dari Manokwari, Papua Barat. Saat dilakukan pemeriksaan X-ray , ternyata membawa hewan berupa reptil delapan jenis ular," tutur Robertus.

 

Robertus De Deo mengatakan polisi akan mendalami kasus ini. Reptil ini kemudian diamankan dengan koordinasikan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan balai karantina. Hal ini dilakukan untuk pemeriksaan dan identifikasi status maupun spesifikasinya, sehingga dapat diketahui binatang tersebut termasuk hewan yang dilindungi.

 

Sementara JS disangkakan Pasal 40 ayat 2 UU No 5/1999 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Eksistensinya dan terancam hukuman pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta dan/atau UU No 16/1992 tentang Karantina Hewan, Tumbuhan, dan Ikan dengan pidana penjara maksimal 3 tahun dan denda paling banyak Rp 150 juta.