A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Only variable references should be returned by reference

Filename: core/Common.php

Line Number: 257

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/xrayind/public_html/systems/core/Exceptions.php:185)

Filename: libraries/Session.php

Line Number: 672

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/xrayind/public_html/systems/core/Exceptions.php:185)

Filename: libraries/Session.php

Line Number: 672

BNN Ungkap Trik Loloskan Narkoba di Bandara

20410_620.jpg

BNN Ungkap Trik Loloskan Narkoba di Bandara

Berbagi cara dilakukan jaringan narkoba untuk meloloskan barang haramnya dari pengelihatan petugas.

 

Dalam pemusnahan sabu-sabu seberat 2,4kg yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Rabu, 21 November 2012, Kepala Subbagian Humas BNN, Krisna Anggara, mengatakan narkotik itu hampir saja lolos dari pengawasan petugas.

 

Menurut Krisna, jaringan narkoba yang ditangkap BNN pada Oktober 2012 lalu menggunakan trik baru untuk mengelabui petugas. AR, seorang anggota jaringan narkoba itu, hampir saja lolos saat membawa sabu dari Indonesia ke Timor Leste. 
 
"Ia memakai terpal untuk mengecoh pemeriksaan sinar-x ," ujarnya. Krisna kemudian menunjukkan terpal yang dipakai AR. 

 

Terpal berwarna hitam itu lebih tebal dari terpal biasa. Sekilas, bentuknya seperti matras yang biasa dibawa para pendaki gunung untuk menyusun rangka ranselnya.

  

Begitu pula gaya AR saat membawa benda haram ini dari Indonesia. Mengenakan tas ransel, ia melenggang santai menunggu tasnya dideteksi alat pemindai. 

Meskipun lolos dari pengawasan mesin, seorang petugas memperhatikan kejanggalan dalam ransel yang dibawanya. "Dinding tasnya tampak ganjil," ujar Krisna. 

Benar saja, setelah dibuka, tas itu berisi sabu-sabu seberat 2,4 kilogram. Sabu itu dibungkus dengan lapisan alumunium foil.

 

AR ditangkap pada 18 Oktober lalu. Kepada polisi ia mengaku diperintah oleh seseorang di Medan untuk ke Dili, Timor Leste, dengan menggunakan pesawat ke Kupang. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan lewat jalur darat. 

 

Di Timor Leste, AR ditemui seseorang yang dicurigai bertugas sebagai koordinator jaringan tersebut yang berangkat dari Medan.

 

Kejadian tersebut bukan untuk yang pertama kali tetapi hampir sepanjang tahun. Pengamanan yang ketat menggunakan peralatan xray pun tidaklah cukup tetapi juga dengan bantuan petugas dan kesiapan petugas

 

Tentunya Xray CargoXray baggageMetal Detektor dan Xray Narkotika  pun sangat penting karena jika hanya mengandalkan petugas saja pastinya akan sangat repot