ct-scan2.jpg

Apa Itu CT Scan?

CT Scan  adalah suatu prosedur yang digunakan unutk mendapatkan gambaran dari beberapa sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak

 

Berat badan pasien harus perlu dipertimbangkan. Berat badan pasien yang dapat dilakukan pemeriksaan CT Scan harus dibawah 145kg, hal ini dipertimbangakan oleh kekuatan scanner. Sebelum dilakukan pemeriksaan CT Scan pada klien. Harus dilakukan pengkajian terhadap pasien sebelum melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah pasien bebas dari alergi iodine, sebab pada pasien yang akan dilakukan pemeriksaan CT Scan  disuntik dengan cairan iodine yaitu zat kontras sebanyak 30ml. Bila pasien mengidap alergi maka pemakaian zat iodine harus segera di berhentikan, karena eliminasi zat iodine sudah harus terjadi dalam 24 jam. Maka ginjal pasien harus dalam keadaan normal.

Tujuan Penggunaan CT Scan

 

  • Menilai kondisi pembuluh darah misalnya pada penyakit jantung koroner, emboli paru, aneurisma (pembesaran pembuluh darah)Aorta dan berbagai kelainan pembuluh darah lainnya.
  • Menilai tumor atau kanker misalnya metastate (penyebaran kanker), letak kanker, dan jenis kanker.
  • Kasus trauma/cidera terutama bagian kepala, trauma tulang belakang dan trauma kecelakaan lainnya. Biasanya harus dilakukan pemeriksaaan bila timbul penurunan kesadaran, muntah, pingsan, atau gejala gangguan saraf lainnya. 
  • Menilai organ dalam misalnya stroke, gangguan pencernaan dll.
  • Membantu proses biopsy jaringan atau proses drainase/pengeluaran cairan yang menumpuk di tubuh. Disini CT scan  berperan sebagai “mata” dokter untuk melihat lokasi yang tepat untuk melakukan tindakan.
  • Alat bantu pemeriksaan bila hasil yang dicapai dengan pemeriksaan radiologi lainnya kurang memuaskan atau ada kondisi yang tidak memungkinkan anda melakukan pemeriksaan selain CT scan .

 

Persiapan Pasien

Pasien dan keluarga sebaiknya diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan. Pasien diberi gambaran tentang alat yang akan digunakan. Bila perlu dengan menggunakan kaset video atau poster, hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian kepada pasien dengan demikian menguragi stress sebelum waktu prosedur dilakukan. Test awal yang dilakukan meliputi :

Kekuatan untuk diam ditempat ( dimeja scanner ) selama 45 menit.

Melakukan pernapasan dengan aba – aba ( untuk keperluan bila ada permintaan untuk melakukannya ) saat dilakukan pemeriksaan.

Mengikuti aturan untuk memudahkan injeksi zat kontras.

 

Penjelasan kepada klien bahwa setelah melakukan injeksi zat kontaras maka wajah akan nampak merah dan terasa agak panas pada seluruh badan, dan hal ini merupakan hal yang normal dari reaksi obat tersebut. Perhatikan keadaan klinis klien apakah pasien mengalami alergi terhadap iodine. Apabila pasien merasakan adanya rasa sakit berikan analgetik dan bila pasien merasa cemas dapat diberikan minor tranguilizer. Bersihkan rambut pasien dari jelly atau obat-obatan. Rambut tidak boleh dikepang dan tidak boleh memakai wig.

Prosedur

 

  • Posisi terlentang dengan tangan terkendali.
  • Meja elektronik masuk ke dalam alat scanner.
  • Dilakukan pemantauan melalui komputer dan pengambilan gambar dari beberapa sudut yang dicurigai adanya kelainan.
  • Selama prosedur berlangsung pasien harus diam selama 20-45 menit.
  • Pengambilan gambar dilakukan dari berbagai posisi dengan pengaturan komputer.
  • Selama prosedur berlangsung perawat harus menemani pasien dari luar dengan memakai protektif lead approan atau peralatan lengkap.
  • Sesudah pengambilan gambar pasien dirapihkan.