Xray-Indonesia-Xray-security-scanner-baggage-inspection-cargo-inspection-Security-inspection.JPG

Iphone X Jadi Incaran Mesin Xray Di Bandara

Sekian dari banyaknya warga Indonesia yang berburu Iphone X dari Pabrikan Apple di Singapura membuat petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta lebih memperketat pemeriksaan dibandara.

 

Narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya, menceritakan, Bahwa dirinya tiba diterminal 2 Bandara Soekarna Hatta dari singapura.

 

Saat melewati penjagaan bea cukai, Budi merasa pemeriksaan di sana beda layaknya seperti biasa. Semua barang yang dibawa diminta petugas untuk diperiksa.

 

Semua tas kecil hingga besar dan bagasi diminta melewati poses Xray Security Scanner .

 

Iphone X memang diincar Bea Cukai. Karena smartphone ini dimasukan kegolongan barang impor yang melebihi batas harga yang telah ditetapkan.

 

"Iya smartphone Iphone X itu termasuk, kalau selama melebihi batas, dia kena," kata Robert Leonard Marbun, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea dan Cukai kepada detikFinance di Kantornya, benerapa waktu lalu.

 

Robert menyatakan, aturan terkait pengenaan pajak bagi impor barang penumpang tertuang dalam PMK Nomor 188 Tahun 2010. Adapun, batasan yang ditetapkan untuk individu sebesar US$ 250 dan keluarga sebesar US$ 1.000.

 

Harga smartphone model terbaru yang dikeluarkan Apple ini juga terbilang selangit, apalagi untuk iPhone X dengan kapasitas 256 GB dibandrol SGD 1.880 atau Rp 18,6 juta per buah. Jika dihitung, maka total pajak yang akan dibayar Rp 5.580.000 per buah, hitungan ini jika masyarakat tidak memiliki NPWP.

 

Jadi jika dirinci, dari harga USD 1.888 tarif bea masuk 0%, tarif PPN 10% atau Rp 1.860.000, tarif PPh 20% atau Rp 3.720.000, sedangkan tarif PPNBM 0%.

 

Robert menyatakan, pengenaan pajak bari barang penumpang yang dibeli dari luar negeri akan dikenakan pajak selama lebih dari batasan yang ditentukan.

 

"Kriterianya pertama lebih dari batasan, dipakai atau tidak sendiri tapi lebih dari batasan dikenakan, jadi barang penumpang itu barang yang melekat, atau ditenteng, ini sangat tergantung sama kesadaran kita declare," jelas dia.

 

Sebagai modal berpergian ke luar negeri dan untuk mengetahui pajak yang harus dibayarkan jika belanja di luar negeri, Robert mengungkapkan bahwa Ditjen Bea dan Cukai memiliki aplikasi yang mudah diunduh di Google Play Store, nama aplikasinya CEISA Mobile (BeaCukai).

 

Aplikasi ini berfungsi seperti kalkulator yang bisa menghitung besaran pajak dari suatu barang yang dibeli dari luar negeri. Apalagi, mengingat tarif dari pengenaan pajak impor barang penumpang ini beragam.

 

"Ini kan panduan, nanti sangat tergantung barangnya apa, intinya bisa dihitung dari aplikasi yang ada," tukas dia