pihak_bandara.jpg

Kenapa Laptop Harus Diperiksa Dibandara ?

Kementrian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerapkan aturan baru terhadap pemeriksaan barang bawaan penumpang pesawat terkhusus barang elektronik yang dibawa akan menjalani pemeriksaan yang ketat. Kepala unit Penyelanggara Bandar Udara Kalimaru mengatakan, barang elektronik yang dibawa penumpang dari dalam tas akan diperiksa, khususnya laptop.

 

Pemeriksaan di bandara Indonesia berbeda dengan beberapa negara lain seperti Singapura , Jepang , Amerika Serikat atau negara lainnya. Namun, hampir keseluruhannya sama untuk keamanan dan atisipasi teroris. Beberapa negara ada yang menyuruh Anda untuk mengeluarkan barang elektronik dari tas untuk masuk ke mesin xray security scanner, tetapi ada juga beberapa negara yang yang mewajibkan Anda untuk menyalakan laptop.

 

Seperti di Amerikat Serikat, sejak tragedi Gedung WTC pada 11 September 2001, Turis yang keluar atau masuk Amerika harus mengeluarkan laptop dan meminta untuk menyalakan laptop tersebut. Hal ini untuk mencegah adanya bom di barang elektronik khususnya laptop, karena laptop bisa dirakit menjadi bahan atau pemicu peledak.

 

Alesan lain kenapa laptop harus dikeluarkan, dinyalakan dan di periksa mesin xray security scanner adalah, untuk mengecek keaslian OS dan Software yang digunakan. Bila ada yang ketahuan memakai OS atau Software bajakan maka pemilik dari laptop itu akan di periksa dan laptop akan disita petugas untuk ditindak lanjuti secara hukum.

 

Untuk Bandara Soekarno-Hatta Sejak tahun 2008 Bandara Soekarno-Hatta sudah memberlakukan pemeriksaan laptop, hal ini bertujuan untuk mengecek keaslian OS. Kepala Divisi Sistem Informasi Bandara Soekarno-Hatta, Bambang Ciptahadi mengatakan, pemeriksaan OS dan Software sebenernya diberlakukan untuk semua instansi dan salah satunya adalah bandara internasional. Mengingat banyaknya os dan software bajakan atau yang tidak berlisensi beredar di Indonesia.

 

Terdengar kabar, bila ada seseorang yang kedapatan membawa laptop dengan OS dan Software bajakan maka laptop akan disita dan pemilik akan diperiksa dan harus membayar denda Rp9,5 juta. Jika anda tidak ingin laptop anda diperiksa sebaiknya menggunakan OS linux. Kenapa harus linux? Sudah percaya saja OS ini aman.