106768.jpg

Larangan Membawa Air Zamzam Saat Pulang

Jamaah haji Indonesia jangan sesekali coba-coba memasukan air zamzam kedalalam kemasan apapun didalam tas barang bawaannya.

 

Air zamzam yang terdapat dalam tas jamaah dipastikan terdeteksi pada mesin pemindai xray secuirty scanner saat pemeriksaan barang bawaan jamaah haji di kota Madinatul Hujjaj Jeddah, Arab Saudi.

 

"Kalau sudah terdeteksi di layar monitor xray baggage inspection ataupun Cargo Inspection, pasti kita bongkar tasnya dan kita keluarkan" kata petugas mesin operatorXray Security Scanner Garuda Indonesia Primastyo Suhadi Wibowo kepada Media Center Haji, di kota Jeddah.

 

Menurut Primastyo, mesin pemindai Xray Security Scanner tidak bisa dikelabui. setiap cairan yang terdapat dalam barang bawaan atau tas jamaah haji akan terlihat, jamaah haji melapisi atau mengemas cairan tersebut dengan beragam cara.

 

Petugas pun tidak akan mengambil resiko meloloskan air zamzam yang dibawa jamaah haji lantaran ada sanksi yang mengancam maskapai penerbangan.

 

Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai pelaksanaan pengangkutan jamaah haji Tanah Air, kata primastyo, akan terkena denda sebesar 10.000 ribu Riyal Arab Saudi per botol air zamzam yang masuk kedalam pesawat.

 

“Ya, inilah aturan baru tahun ini. Kita nggak mau ambil risiko walaupun dalam hati kasihan juga karena jamaah tentu punya niat baik membawa zamzam dari sini,” ujar Primastyo.

 

Koordinator Madinatul Hujjaj City Check-in Garuda Indonesia di Jeddah Ericsando menambahkan, sejak gelombang kepulangan jamaah haji Indonesia berlangsung pada Senin (28/9), masih banyak jamaah yang mencoba-coba meloloskan air zamzam ke dalam tas mereka.

 

Padahal, sesuai aturan General Authority of Civil Aviation (Gaca) Arab Saudi, mulai tahun ini air zamzam tidak diperkenankan lagi dibawa ke dalam pesawat.

 

Tas barang bawaan jamaah haji, baik yang masuk ke dalam bagasi ataupun dibawa ke atas kabin, harus bebas dari air zamzam. “Sebenarnya bukan hanya zamzam, tapi segala bentuk cairan di atas 100 mililiter,” kata Ericsando.

 

Menurut Ericsando, jamaah tidak perlu khawatir tidak mendapatkan air zamzam karena Garuda sudah menyiapkan air khas Tanah Suci tersebut di dembarkasi masing-masing.

 

Garuda sudah lebih dulu membawa 84 ribu liter air zamzam untuk masing-masing jamaah saat tiba di Tanah Air. “Tiap jamaah akan dapat 5 liter air zamzam,” ujar Ericsando.

 

Selain itu, Ericsando melanjutkan, jamaah haji juga diimbau agar tidak membawa barang bawaan jamaah di atas 32 kilogram untuk bagasi dan tujuh kilogram untuk tas kabin.

 

Jamaah pun hanya diperkenankan membawa satu buah tas jinjing ke dalam pesawat. Apabila jamaah membawa barang dengan jumlah dan berat lebih dari ketentuan, maka petugas akan mengurangi barang-barang bawaan jamaah.

 

Nur Sugiharti, jamaah kloter JKS 29 asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berharap pihak maskapai bisa lebih longgar dalam hal ketentuan larangan membawa air zamzam.

 

Alasannya, tidak tiap tahun jamaah bisa datang ke Tanah Suci untuk membawa air yang sarat sejarah perjuangan Siti Hajar dan Nabi Ismail tersebut.

 

 

“Ini bukan soal harganya karena zamzam juga bisa dibeli di Indonesia, tapi kan kalau bawa langsung dari sendiri kita bisa yakin zamzamnya asli,” ujar Nur.