s-bangkokairport-r0018191-martosc.jpg

Syarat Bandara Internasional.

 Syarat Bandara Internasional

 

Jika sebuah bandara ingin merubah statusnya dari bandara domestik menjadi bandara internasional maka ada persyaratan yang harus dipenuhi terlebih dahulu. dan inilah beberapa syarat sebuah bandara untuk bisa menjadi bandara internasional :

 

a.    Prasarana dan Sarana

 

 

  • Konfigurasi landasan pacu

 

Banyak konfigurasi landasan pacu,diantaranya adalah landasan pacu tunggal, landasan pacu sejajar ambang rata, landasan pacu sejajar ambang tidak rata, Landasan pacu dua jalur, landasan pacu berpotongan dan landasan pacu V terbuka. Pada umumnya di Indonesia kebanyakan bandara menggunakan konfigurasi landasan pacu tunggal dan ada sedikit yang konfigurasi bandaranya sejajar ambang rata. Pada landasan pacu tunggal ini hanya berkapasitas 50 sampai 100 operasi per jam pada keadaan VFR(Visual Flight Rules) dan 50 sampai 70 operasi per jam pada keadaan IFR(Instrument FlightRules). Sedangkan bila landasan pacu sejajar,kapasitas operasinya dari 100 sampai 200 per jam pada kondisi VFR. Pada umumnya bandara internasional konfigurasi landasan pacunya yaitu sejajar ini. Alasannya adalah dengan konfigurasi inilah lalu linas pesawat terbang yang sangat padat dapat diatasi. Bandara yang menggunakan landasan pacu ini diantaranya Changi Airport dan Sekarno Hatta airport.Untuk panjang landasan pacu bandara internasional adalah bandara dengan panjangan landasan pacu diatas 2000 meter.Untuk lebar bandara internasional sendiri yaitu bandara dengan kode C2,C3,C4,D3,D4,E4.

 

 

  • Landasan Hubung

 

Fungsi utama landas hubung adalah untuk memberikan jalan masuk dari landasan pacu kedaerah terminal dan hangar pemeliharaan atau sebaliknya. Landas hubung harus diatur sedemikian rupa agar pesawat yang baru mendarat tidak mengganggu gerakan pesawat yang sedang bergerak perlahan untuk lepas landas. Landasan hubung pada umumnya dibuat siku-siku dengan sedikit modifikasi agar kecepatan pesawat tidak rendah saat melewati membelok di landasan hubung. Untuk bandara internasional biasanya memiliki 5 landasan pacu dengan panjang diatas 500 meter dan lebar landasan pacu diatas 37 meter.

 

 

  • Holding Apron dan Holding Bay

 

Holding apron atau yang bisa disebut warm up adalah suatu sarana yang lokasinya sangat dekat dengan ujung landasan yang berguna untuk menunggu perintah lepas landas dari ATC. Apron ini dibuat dengan cukup luas(untuk menampung dua sampai empat pesawat) agar bilamana suatu pesawat tidak bisa melakukan take off bisa disalip oleh pesawat lain yang antri untuk lepas landas. Apron tunggu harus memiliki sudut yang lebih kecil daripada 90%. Apron tunggu kelebarannya harus dibuat dengan menyesuaikan ukuran pesawat saat ini dengan ukuran pesawat pada masa yang akan datang. Holding Apron harus dimiliki oleh bandara internasional untuk dapat memperlancar lalu lintas pesawat di bandara.

 

Holding Bay adalah salah satu bagian konfigurasi bandara yang digunakan untuk parkir sementara pesawat. Holding bay sangat diperlukan untuk bandara dengan sifat bandara sibuk karena terjadi fluktuasi permintaan yang besar dibandingkan dengan kapasitas landasan pacu. Holding Bay harus dimiliki oleh semua bandara internasional agar dapat menampung lalu lintas pesawat di bandara yang sangat padat.

 

b.    Berdasarkan Pelayanan

 

Fungsi utama bandara adalah melayani lalu lintas pesawat dan penumpang pesawat.Di bandara juga mempunyai fasilitas pendukung diantaranya restaurant,toilet,took cendramata,café dan lain-lain. Bandara internasional pasti mempunyai komponen pendukung fasilitas. Fasilitas utama di bandara antara lain :

 

 

  • Curbside

 

Curbside yaitu tempat yang terdiri dari ruang dimana kendaraan berhenti menurunkan penumpang dan barang menuju ke muka pintu check-in. Luas tempat antrian penumpang di depan pintu check in bandara Internasional yaitu minimal 4m x 4m. Agar antrian dapat berjalan lancer maka bandara internasional setidaknya mempunyai 3 buah pintu masuk minimal di satu terminal keberangkatan. Di Curbside bandara internasional pasti ada sebuah troley yang dapat membantu penumpang membawa  dan juga harus disediakan rambu-rambu agar penumpang tidak tersesat dan mengenali terminal yang dituju.

 

 

  • Ruang check-in  dan Kontrol keselamatan penerbanan menggunakan xray security scanner

 

Check-in merupakan tahapan yang sangat penting yang harus dilalaui dalam pelayanan penumpang di terminal bandara. Setelah melakukan pemeriksaan di ruang check-in, penumpang kemudian melakukan control bagasi yang berjarak 4-5 meter dari ruang chek-in ukuran Internasional). Jumlah mesin xray cargo inspection minimal terdapat 3 buah di dalam 1 terminal. Proses pemeriksaan xray tidak boleh lebih dari 2 menit. Kemudian dilakukan pemeriksaan xray baggage inspection juga yang kedua untuk barang jinjingan penumpang. Di sekitar x-ray juga harus dilengkapi dengan pengamanan bea cukai atau Walkthrough Metal Detector agar menambah pengamanan dalam pemeriksaan xray.

 

Mesin xray juga disediakan untuk kedatangan penumpang domestic maupun internasional. Umumnya jumlah mesin xray untuk penerbangan internasional lebih banyak dari pada jumlah alat xray di terminal penerbangan domestic. Setelah melakukan pengecekan menggunakan xray, penumpang menuju counter ticketing yang berjarak >25 meter. Jarak antara pemeriksaan xray dan counter ticketing tidak boleh terlalu dekat untuk menghindari antrian penumpang yang mengurus tiket dan bagasi. Pengurusan tiket dan bagasi tidak boleh lebih dari 5 menit.

 

 

  • Ruang keberangkatan

 

Ruang tunggu keberangkatan haruslah luas dan dapat menampung penumpang pada jam-jam sibuk. Ruang tunggu keberangkatan juga harus dilengkapi denan restaurant,café,toilet,took buku,cenderamata dan lain-lain. Setelah dari ruang tunggu keberangkatan, penumpang kemudian berjalan menuju ke pesawat. Bila jarak antara ruang tunggu dan pesawat lebih dari 100 meter maka harus menggunakan bus.

 

 

  • Ruang pengambilan bagasi

 

Ruang pengambilan bagasi biasanya terdapat di terminal kedatangan.Bila jarak ruang pengambilan bagasi dengan pesawat lebih dari 100 meter maka bandara internasional harus menyediakan bus untuk para penumpang.Waktu menunggu bongkar bagasi pesawat di bandara internasional maksimal adalah 30 menit.

 

Fasilitas pendukung lainnya adalah  sistem drainase, jaringan jalan dan jaringan listrik. Sistem drainase pada bandara internasional harus dibuat sedemikian rupa agar tidak menimbulkan genangan air pada landasan pacu. Jaringan jalan menuju dari dan ke bandra haruslah dibuat lancer abhkan lengang agar tidak terjadi keterlambatan penumpang yang menuju ke bandara. Contohnya saja bandara Internasional Soekarno – Hatta mempunyai akses utama berupa jalan Tol yang memang sengaja dibuat untuk akses jalan ke bandara. Jaringan listrik pun harus dibuat seoptimal mungkin dan minimal mempunyai power suplly sebesar 1500 KVA dan mempunyai genset dengan daya 2000 KVA.

 

Berikut bandara di Indonesia yang yang sudah bertaraf Internasional:

 

  1. Adi sumarmo, solo
  2. Adisutijipto, Yogyakarta
  3. Ahmad Yani, Semarang
  4. Eltari, Kupang
  5. Frans Kasiepo, Biak
  6. Halim Perdana kusuma, Jakarta
  7. Hang Nadim, Batam
  8. Husein S, Bandung
  9. Juanda, Surabaya
  10. Juwata, Tarakan
  11. Minangkabau, Padang
  12. Mopah, Merauke
  13. Ngurah Rai, Denpasar
  14. Pattimura, Ambon
  15. Lombok, Lombok
  16. Kualanamu, Medan
  17. Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang
  18. Sam Ratulangi, Manado
  19. Sentani, Jayapura
  20. Sepinggan, Balikpapan
  21. Soekarno-Hatta, Tanggerang
  22. Sultan Hasanuddin, Makasar
  23. Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh
  24. Sultan mahmud Badaruddin II, Pekanbaru
  25. Supaido, Pontianak
  26. Syamsuddin Noor, Banjarmasin

 

 

 

 

Tag: Mesin xray, Xray education, Baggage Inspection, Cargo Inspection, Xray Industrial, Xray Security Scanner, Xray Inspection System, Security System, Metal Detector, Walk Through Metal Detector, Perusahaan Security, Bandara, Xray keamanan, Bandara Internasional