art.JPG

Ancaman Terorisme Makin Terbuka, Kapolda Jatim Instruksikan Siaga

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin  mengatakan kewaspadaan mako seperti Polres  Ngawi agar ditingkatkan kewaspadaanya. Mengingat ancaman terorisme dewasa ini makin terbuka yang mengincar obyek vital milik Polri maupun personelnya.

 

Ketegasan Kapolda Jatim tersebut disampaikan langsung kepada seluruh jajaran Polres Ngawi dalam rangka kunjungan kerja (kunker) yang ditandai dengan peresmian pembangunan lapangan tembak Wira Pratama 97 Polres Ngawi, Jum’at (04/08).

 

Ia meminta setiap personel kepolisian yang tengah melakukan penjagaan di mako harus ekstra waspada terhadap kondisi disekitarnya. Jangan sampai kejadian aksi terorisme terjadi didalam mako dan mengakibatkan korban anggota kepolisian.

 

“Ketika berjaga jangan sampai tidur-tiduran waspadai kondisi disekitar. Sebab sekarang ini ancaman terorisme tidak main-main mereka membuka diri,” tegas Irjen Machfud Arifin.

 

Sambungnya, beberapa serangan aksi terorisme terhadap polisi dalam setahun terakhir menunjukan peningkatan dengan demikian ancaman terorisme sangat nyata. Selain di Banyumas kemarin, serangan juga sempat terjadi di Tuban, Jawa Timur dan Solo, Jawa Tengah.

 

“Dan ini perlu dipahami setiap personel kepolisian wajib meningkatkan profesionalismenya sesuai tugas yang diemban. Tingkatkan meskipun itu tarafnya kecil jangan sampai terbalik tanpa ada prestasi semua itu demi melayani masyarakat,” tegasnya.

 

Seperti diketahui, hampir dua bulan terakhir Polres Ngawi memperketat pengamanan mako dengan menambah personel yang berjaga dengan persenjataan lengkap. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyerangan terhadap personil maupun gangguan keamanan secara umum di Polres Ngawi.

 

Pengamanan ini sifatnya respon cepat dengan pemberlakukan One Gate System atau satu pintu untuk memfilter setiap tamu yang masuk ke Mapolres Ngawi. Setiap tamu atau pengunjung yang masuk terlebih dahulu diperiksa secara cermat dan teliti oleh petugas Unit Sabhara menggunakan metal detector dan mirror detector.

 

“Langkah petugas yang dikerahkan tersebut sebagai bentuk antisipasi terror yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Makanya setiap tamu tidak lepas dari pemeriksaan oleh petugas secara teliti dan intensif menggunakan metal detector dan mirror detector,” terang Kasatsabhara Polres Ngawi AKP Setyo Wiyono.

 

Pemeriksaan itu tandasnya, difokuskan kepada setiap tamu yang membawa tas ransel dan jaket demikian juga mobil yang dinilai mencurigakan. Sehingga situasi keamanan didalam mako benar-benar terjaga baik keamananya maupun sistem pelayanan terhadap warga masyarakat.

  sumber:siagaindonesia.com